Sosdak

Blog

  • Peduli Rohingnya

    Berdasarkan catatan terkini yang berhasil dihimpun PBB pada 21 November 2016, operasi militer tersebut telah menewaskan 150 warga Rohingya. Sekitar 30.000 orang telah mengungsi keluar dari kota Maungdaw, dan sebanyak 37.000 anak-anak menderita malnutrisi. Lebih dari 150.000 warga Rohingya kini membutuhkan bantuan pangan.

    Human Right Watch juga kembali menerbitkan laporan pencitraan udara yang dilakukan pada 18 November. Hasilnya mengungkapkan adanya pembakaran sistemik terencana terhadap 1.250 rumah yang tersebar di 5 Desa. 

    Kemelut Rohingya hingga kini masih membara. Ratusan ribu jiwa mencari suaka, bertaruh nyawa melintasi batas negara. Sudah lelah berpindah-pindah tempat bernaung, keberadaan mereka di tanah airnya sendiri tidak diakui. Mencoba berpindah ke negara lain pun belum tentu diterima. They are homeless, and hopeless..
    Sumber : act.id

    Kekejaman militer Myammar akhir-akhir terhadap saudara kita sudah dibatas luar kemanusiaan, banyak dari mereka yang membutuhkan bantuan pangan untuk itu dari Sosial dan Dakwah Konsorsium Yayasan Mulia mengajak wali murid dan siswa se konsorsium Yayasan Mulia mulia dari TKIT Muadz Bin Jabal, SDIT Luqman Al-Hakim Timoho,  SDIT Luqman Al-Hakim Sleman, SMPIT Abu Bakar, dan SMAIT Abu Bakar Yogyakarta untuk menyisihkan sebagian rizki kita untuk saudara-saudara kita, bantuan akan kami salurkan melalui JSIT Pusat Indonesia 

  • Buletin Sosdak Perdana

    Alhamdulillah Buletin Perdana Sosial dan Dakwah sudah diterbitkan dan sudah di bagikan kesuluruh unit se Konsorsium Yayasan Mulia Insya Allah buletin akan terbit setiap bulan

  • Membangun Sinergi Cinta

    oleh : Drs Ery Masruri

    Bagi setiap orang tua…anak adalah kencana wingka yang selalu bersinar .Tidak peduli orang berkata apa,tidak peduli dia berbuat apa,tetap saja dia adalah kencana yang bersinar di hatinya. Karena dia adalah buah dari cintaNya.Namun sebenarnya,dia adalah amanah yang harus dijaga agar tetap dalam fitrah kesuciannya dan tumbuh menjadi ‘abdi dan kholifahNya. Dan cinta…adalah modal untuk menunaikannya Mari kita didik dia dengan cinta, Kita takar cinta kita, agar dapat memupuk jiwanya.  Jangan jerumuskan dia dengan luapan cinta . Jangan pula kita simpan cinta karena takut dia manja.Didiklah dia dengan cinta Agar dia bisa merasakan cintaNya. Dan memberikan cintanya kepada sesama.

    1.    Mendefinisikan Cinta ; Antara kesenangan dan kebahagiaan.
    “Jika kita mencintai seseorang pasti kita tidak tega melihat dia menderita dan akan selalu berusaha membuat dia bahagia. kita akan selalu memberikan apa yang dia senangi agar dia bahagia. Sebab kita khawatir  dia akan menderita jika tidak mendapatkannya. Apalagi jika kesibukan telah memisahkan  kita dan dia, maka kita harus menyatakan cinta  dengan apapun juga.agar dia tau bahwa kita mencintainya. Jadi jangan sampai kecewakan dia, penuhi segala apa yang dia inginkan !”
        Tidak bisa dipungkiri, setiap orang tua pasti memiliki perasaan seperti di atas.karena tidak satupun orang tua yang tidak memiliki rasa cinta kepada anaknya. Tetapi tahukah anda, perasaan seperti ini telah memerangkap berjuta – juta orang tua dalam kisaran cinta buta yang kelam dan berujung pada penyesalan serta penderitaan? karena luapan cintanya justru telah menghancurkan jiwa anaknya. Berjuta – juta anak telah tumbuh menjadi generasi rapuh, yang manja tidak bisa apa – apa. Pemaksa, tidak punya tenggang rasa, malas dan tidak mau berusaha. Karena selama pertumbuhannya, pertolongan selalu datang sebelum dia berjuang dan apa yang diinginkan selalu datang sebelum dia berhenti mengucapkan.
    Mari kita murnikan cinta kita. Cinta sejati, bukanlah sekedar ‘rasa ingin membuat dia senang’, tetapi ‘rasa ingin menyelamatkan dia dari kehancuran jiwa yang menyengsarakan!’
         Alloh SWT berfirman ….Hai orang – orang yang beriman, selamatkan dirimu dan keluargamu dari siksa neraka”.

    2.    Mengekspresikan Cinta ; buktikan dan nyatakan !
        Cinta, adalah tali suci yang diikatkan Alloh dalam hati setiap orang tua dengan anaknya. Tidak ada satupun orang tua yang tidak mencintai anaknya. Jadi janganlah dipertanyakan ‘seberapa besar rasa cintaku kepada anak – anakku’. lihat saja kerja kerasku, hitam kulitku,peluh yang mengucur di seluruh tubuhku, itulah gejolak, warna dan aliran cintaku.
        Anakku….Jika aku jarang membersamaimu, tidak berarti aku tidak mencintaimu, karena cinta tidak harus selalu bersama.toh hasil kerjaku, seluruhnya juga untukmu, itulah bukti cintaku.
        Jika aku sering  marah dan berkata kasar kepadamu, itupun bukan berarti aku membencimu.  Tapi karena aku sudah sangat lelah bekerja untukmu, atau hanya karena aku ingin kamu menjadi baik sesuai dengan keinginanku. Sungguh hatiku tidak pernah kering dari cinta untukmu.
        Janganlah minta aku untuk mengusap lembut kepalamu, mencium keningmu dan mengatakan ‘anakku…aku mencintaimu’, karena itu tidak perlu. Yang penting aku telah bekerja keras untuk mencukupi segala kebutuhanmu; Sekolahmu,kesenanganmu, motormu dan semua keinginanmu. Dan semua itu untuk masa depanmu!
        Perasaan seperti di atas, pernahkah hinggap di hati anda? jika ya, maka bersiaplah anda untuk kecewa.karena anda telah melakukan kesalahan dalam mengekspresikan cinta. Sehinga anak anda justru akan tumbuh dengan hati yang hampa, tanpa rasa cinta kepada anda dan kepada sesama.sebab dia tidak pernah mengenal bahasa cinta dari anda. Yang dia kenal hanyalah bahasa kerja. Karena di matanya, anda  hanyalah kerja,kerja dan kerja untuk memenuhi kebutuhan kewajiban anda. Dan tidak terlihat untuk dia!
        Jadi, marilah kita buktikan cinta kita kepada mereka dengan membersamai  dan berbicara kepada mereka dengan bahasa cinta. Ekspresikan rasa cinta anda, Insyaalloh dia akan dapat merasakan cintaNya dan berbagi cinta dengan sesama.
        Alloh SWT selalu mengekspresikan cintaNya kepada kepada kita dengan nyata.dimana saja…kapan saja ! Alloh ar Rohmaan ar Rohiim. Maha Pengasih dan Peyayang kepada umatNya.

    3. Bahasa Cinta : mendengar  dan melihat dengan nurani. bersikap  dan berkata dengan kelembutan jiwa.
        Hati adalah mata cahaya yang tak pernah buta, tempat dimana cinta berbicara. Jadi bahasa cinta adalah bahasa hati, dimana kita mendengar dan melihat dengan nurani, kemudian mensikapi dan mengatakannya dengan kelembutan jiwa.
        Jika kita ingin anak kita sempurna jiwanya, maka berbicaralah kepada mereka dengan bahasa cinta. Lihat dan dengarlah segala apa yang mereka  lakukan dengan nurani kita, maka kita akan melihat apa sebenarnya yang diminta oleh jiwanya.bukan oleh kata – kata dan nafsunya.
    B    anyak orang tua yang gagal membentuk jiwa anaknya, karena dia hanya berbicara dengan bahasa nafsu dan obsesinya, tidak  dengan bahasa cinta. Melihat dan mendengar hanya dengan mata kepala, sehingga  tidak pernah menangkap kebutuhan jiwa anaknya.
        Dia mengira anaknya menurut, padahal sesungguhnya mereka hanya takut. Dia mengira anaknya hanya diam, padahal sesungguhnya mereka memendam dendam.dia mengira anaknya ‘nakal’ padahal sesungguhnya mereka hanya ‘kelebihan’ akal.dia mengira anaknya lari, padahal sesungguhnya mereka hanya minta dia peduli.

    4.    Momentum Cinta
        Cinta memang universal. Dia tidak terbatasi oleh ruang dan waktu. tetapi untuk mengungkapkannya ada ruang dan waktu tertentu, yang dapat melipat gandakan kekuatannya.itulah momentum cinta.
    enam diantaranya adalah :
    ·    Saat bangun tidur.
    Seperti pertama kali anda menyambut kehadirannya di dunia, maka sambutlah dia ketika pertama kali memulai hidupnya. Tuangkanlah cinta kepada jiwanya. Maka dia akan melalui hidupnya hari itu dengan penuh rasa cinta. Bangunkan dia dari tidurnya dengan bahasa cinta ; usaplah kepalanya dengan  lembut,atau pijitlah kakinya dengan penuh rasa kasih sayang lalu bisikan kepadanya :… sayang… sholat dulu sayang, adzan sudah berkumandang.
    ·    Saat makan bersama.
    Jadikanlah meja makan sebagai mangkuk cinta. Dimana pengalaman hidup menjadi hidangan paling lezat yang diceritakan dan didengarkan bersama, dengan penuh rasa cinta.
    Ø    Sambutlah pengalaman lucu dengan tawa,
    Ø    pengalaman sedih dengan haru dan empati.
    Ø    obsesi dengan semangat dan motivasi,
    Ø    prestasi dengan syukur dan memuji.
    ·    Saat berpisah.
    Berilah bekal cinta untuk ananda pada setiap kali kita berpisah dengannya.dia pergi ke sekolah atau kita berangkat kerja. Jabat tangannya,cium keningnya dan ucapkan ; I love you….sukses for you .. asalamu’alaikum !
    ·    Saat bertemu.
    Ungkapkanlah rasa rindu kita, walaupun baru satu jam tidak berjumpa.peluklah dia dengan cinta dan sebutlah namanya dengan mesra. insyaAlloh dia akan damai di sisi kita.
    ·    Saat menjelang tidur.
    Jadikanlah perbincangan kita, wajah kita dan sentuhan lembut kita sebagai kenangan terakhir menjelang tidurnya. jangan biarkan dia berangkat tidur, dengan perasaan kosong atau bahkan hati gelisah dicekam masalah.hantarkanlah tidurnya dengan ungkapan cinta kita. insyaAlloh ke dalam jiwanya akan tertanam rasa cinta untuk sesama.
    ·    Saat mengaji bersama.
    Tali cinta sejati, adalah ikatan kita kepada sang illahi robbi. Jadi hadirkanlah majlis mengaji untuk melembutkan hati. Ungkapkan rasa cinta kita dengan bahasa cintaNya dan mengajak mereka untuk bersama – sama menuju keridloanNya. Jika Dia ridlo kepada kita, maka cinta akan bersemi di hati kita, dan kehidupan kita akan bahagia selamanya.
    5.  Sinergi Cinta
        Cinta bagai kotak pandora yang menyimpan energi tak terkira. Cinta akan

  • JAM Peduli Banjir

        Jam kembali menyalurkan Bantuan dalam korban banjir bandang Garut, alhamdulillah dalam penggalangan dana kali ini dari TKIT Muadz bin Jabal, SDIT Luqman Al-Hakim dan SMPIT-SMAIT Abu Bakar Yogyakarta terkumpul dana sebesar 16.600.000.
        Alhamdulillah bantuan langsung diserahkan langsung di wakili oleh Team dari Guru-guru SDIT Luqman Al-Hakim yang diketuai oleh Ust Adnan yang langsung menuju ke Lokasi bencana di bantu pengurus JSIT Pusat dan JSIT Garut, informasi di lapangan untuk bantuan logistik sudah banyak dan menumpuk di warga, akhirnya kami putuskan bantuan kami alihkan kepada siswa untuk membeli seragam dan alat sekolah.

  • Parenting Akbar 2 dihadiri 560 Wali Murid se Konsosrsium Yayasan Mulia

    Alhamdulillah acara parenting Akbar 2 yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 12 November 2016 bisa berjalan dengan lancar bertempat di GOR SMPIT Abu Bakar dengan tema : Hijrah bersama Keluarga untuk menggapai Surga” dengan pembicara Ust Syatori dan Ustzh Nunung Bintari, antusias dari wali murid sungguh luar biasa hingga GOR hampir tidak muat, peserta yang telah mendaftar di Wali Kelas masing-masing dari TKIT Muadz Bin Jabal 1-5, SDIT Luqman Al Hakim Timoho dan Sleman, SMPIT-SMAIT Abu Bakar berjumlah 560 orang tua dan beberapa peserta sejumlah 30 orang dari luar atau umum, acara ini di selenggarakan oleh Bidang Sosial Dan Dakwah Konsorsiuam Yayayasan Mulia dengan di panitia dari Ibu-ibu Kajian Selasa Pagi dengan Koordinator Ustzh Dyah.

    Adapun biaya dari keseluruhan acara ini adalah dari JAM (Jariyah Amal Mulia) Siwa yang di kumpulkan tiap hari mulai dari TKIT-SMAIT, insya allah acara parenting akbar ini diadakan setiap 3 bulan sekali, bagi orang tua dan Guru yang tidak bisa menghadiri acara diatas sedikti kami review materi dari Ust Syatori yang di rangkum oleh Bunda Artie Teja Ketua Penyelenggara Parenting Akbar 2

    Ust. Syatori Abdurrauf
    🏣GOR SMP IT Abu Bakar Yogyakarta
    📆Konsorsium Yayasan Muli, 12 Nov 2016
    📝@ArtieTeja

    💙Hijrah Bersama Keluarga Untuk Menggapai Surga💙

    ❤ Iman, Hijrah, Jihad
    QS. Al-Baqarah 218
    ❤ Ada hal yg sayang kalau kita melewatkannya yaitu pada saat Allah menyebut “beriman” Allah mengawali dengan “Alladzi..”, ketika Allah menyebut “hijrah” Allah mengawali dengan “Alladzina..”, dan ketika Allah menyebut “berjihad” tidak mengawalinya dengan “Alladzina..”

    🔐Kenapa?

    🔓Di dalam Al-Qur’an pasti ada pesan dan makna tersendiri 🔀 Pesan yg bisa kita peroleh dari QS. Al-Baqarah: 218 adalah orang yang sudah beriman belum tentu dia mau berhijrah, tetapi orang yang sudah hijrah pasti dia akan beriman.

    🔅Kita hanya akan bisa hijrah kalau mau beriman.
    🔅Hijrah menuju ke surga pasti butuh kendaraan, yaitu IMAN.

    🔐Keluarga kita harus menjadi keluarga IMAN. Seperti apa keluarga IMAN?

    ❤ Hijrah adalah bukti dari IMAN.

    🔐Sudah berimankah kita?
    Bisa jadi kita beriman tetapi tingkat IMAN kita belum sampai tingkat YAKIN.

    🔖Sikap manusia terhadap IMAN ada 2 macam, yaitu:
    🔸Adamul Qabul bil-Iman. Tidak mau menerima IMAN. Akan terus ada sampai akhir zaman.
    🔸Al-Qabul bil-Iman. Orang yang menerima IMAN hanya saja orang-orang yang mau menerima IMAN juga terbagi menjadi 2, yaitu:
    1. Al-Qabul bil intifa’ 🔀Mau menerima IMAN dan mau mengambil manfaat dari IMAN. Dia bisa mengambil IMAN karena dia pakai itu IMAN.
    2. Al-Qabul bi-dunil intifa’ 🔀 Mau menerima IMAN tetapi tidak mau menerima manfaat dari IMAN.

    ☑Untuk mengantarkan kita ke surga 🔀 kita harus menjadi orang yang mau menerima IMAN dan mau mengambil manfaat IMAN.

    🔓Libatkan keluarga kita untuk menjadi Al-Qobul bil intifa’.

    ✨HR.Muslim: “Barangsiapa yang beriman pada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya, 

    ☑Orang yang betul-betul menerima dan memanfaatkan IMAN pasti akan memuliakan tetangganya 🔀Memuliakan itu bisa menghormati, bisa menolong, meringankan, membantu, dll.

    🔥Orang kalau melihat tanpa IMAN pasti akan banyak salah paham.

    🌟”Barangsiapa yang tidak mau memasuki surga dunia, ia tidak akan memasuki surga akhirat”

    💖Surga dunia adalah IMAN.

    💟Maknanya: ketika ia hidup di dunia dengan IMAN dia akan serasa berada di dalam surga.

    🔖Di surga tidak ada yang mengeluh. Masih suka mengeluh? Dimana letak IMAN kita?

    🔐Mengapa orang yang beriman itu susah kalau di suruh mengeluh?
    Karena dengan IMAN, apapun akan dipahami sebagai pintu Surga yang dihadirkan Allah untuk kita buka.

    🔒Bukannya surga di akhirat?
    Ya di akhirat, tetapi kesempatan untuk membuka pintu surga itu ketika di dunia.

    🔓Pintu surga berupa apa?
    Semua kejadian, sehat x sakit, dipuji orang x dihina orang, semuanya baik itu menyenangkan dan tidak menyenangkan akan menjadi pintu surga 🔀 termasuk kehadiran Suami/Istri adalah pembuka pintu surga jika kita menghadapi dan menjalaninya dengan IMAN.

    ☑Pintu surga ada 2 macam yaitu menyenangkan dan tidak menyenangkan tetapi dari 2 pintu surga tersebut mana yang surganya lebih indah?
    Ya dari pintu surga yang tidak menyenangkan kita akan mendapatkan surga yang lebih indah.

    🔘Senakal apapun anak-anak kita mereka akan menjadi pintu surga untuk kita sebagai orangtua, tugas kita adalah bagaimana menjadikan semuanya menjadi pintu surga!

    ⭐Semua adalah kesempatan untuk membuka pintu surga.

    🌟 Indah jika bisa masuk pintu surga bersama dengan keluarga 🔀 Indah jika anugerah ini Allah karuniakan kita masuk pintu surga tidak hanya sendiri tetapi bersama seluruh keluarga kita.

    🌟Kita (istri, suami, dan anak-anak kita) benar-benar mendengar suara syahdu yang menyambut kita di pintu surga “Wahai jiwa-jiwa yang tenang kembalilah kalian dalam keadaan ridho dan diridhoi masuklah bersama hamba-hambaKu, masuklah kedalam surga-Ku”

    ☑Allah kirim orang-orang yang membuat hati kesal, jengkel, dll sebenarnya adalah ujian 🔀 Mereka adalah pembuka pintu surga untuk kita 🔄 Buatlah bahagia orang yang sudah membuat kita kesal, jengkel, dll jika kita ingin membuka pintu surga.

    ☑Kita tidak akan pernah tahu dari kejadian mana pintu surga kita akan terbuka maka lakukan segala sesuatu dengan IMAN 🔀 Jadilah orang yang saling mengantarkan masuk surga.

    ⏩Suami dan Istri adalah kesempatan untuk bisa saling mengantarkan masuk surga. Bagaimana suami dan istri bisa saling menginspirasi ke arah kebaikan.
    ⏩Suami yang merelakan dirinya adalah jalan surga bagi istrinya..begitulah sebaliknya.

    🌟Orangtua yang baik adalah orangtua yang gigih mengantarkan anak-anaknya ke jalan surga.

    🌟Anak yang baik adalah anak yang menjadikan dirinya sebagai jalan surga untuk orangtuanya.

    🔐Kita punya tugas 2, yaitu sebagai anak dan sebagai orangtua.
    🔓Ketika kita menjadi anak bisa memudahkan orangtua kita menuju jalan ke surga maka Allah akan memudahkan langkah kita untuk menjadi orangtua yang mampu mengantarkan anak-anak kita menuju jalan ke surga. Dan kelak anak-anak kita juga akan memudahkan jalan kita ke surga.

    “Li-yabqaa Baabul Jannati Maftuuhun fii hayaatii” 🔀 Agar pintu surga itu terbuka sepanjang hidupku.

    ⏳Menjadi mukmin yang mukhlas⌛

    🔶Tugas kita adalah bagaimana kita menjadikan keluarga kita betul-betul menjadi keluarga IMAN!
    🔶Kita ingin memahami seperti apa IMAN itu, tidak ada yang memahami tentang IMAN kecuali Allah dan Rasul-Nya.

    ☑Nabi Muhammad SAW sering sekali menggambarkan IMAN itu seperti pohon. “Iman itu memiliki 70an cabang” (HR)
    Salah satu contoh cabang IMAN adalah inilah gambaran tentang pohon IMAN berarti IMAN adalah pohon kehidupan yang kita tanam di Taman Hati kita.

    🔐Bagaimana membentuk keluarga IMAN?

    🔹Kita tumbukan akarnya, yaitu makrifatullah. Jika makrifatullah itu ditanamkan pada anak-anak maka anak-anak akan menyadari bahwa semua terjadi atas izin Allah dan akan mampu melihat segala kebaikan dalam keterbatasan. Anak-anak akan menjadi anak yang dewasa dan memiliki akar kehidupan yang kokoh tidak akan mudah tumbang. Segala yang terjadi pasti ada kebaikan. Inilah ciri keluarga IMAN ciri makrifatullahnya kuat.

    🔹Dan kita tumbuhkan batangnya, yaitu takdim. Jadikan anak-anak kita menjadi anak-anak yang takdim kuat kepada Allah SWT.

    🔹Dari takdim kita munculkan cabangnya, yaitu amal hati. Kita sebagai orangtua harus menanamkan amal hati, exp: malu, arti kesabaran, arti khusyuk, arti keikhlasan, dll. Ajarkan mereka melalui kenyataan, kita menjadi tauladannya dalam menumbuhkan amal hati.

    🔹Lalu kita munculkan rantingnya, yaitu amal baik. Kita kondisikan anak-anak kita untuk beramal baik, exp: baca Al-Qur’an nya baik, sholatnya baik, dzikirnya yang baik, belajarnya yang baik, dll.

    🔹Kita munculkan daunnya, yaitu amal yang bermanfaat untuk orang lain. Kita tidak bisa hidup sendirian.

    🔹Dan hasilnya adalah buah, yaitu manisnya IMAN yang kita rasakan dari amal-amal kita. Dari sholat kita rasakan manisnya khusyuk, dari sabar kita rasakan manisnya memaafkan, dll.

    🌟 Kalau sudah seperti ini keluarga kita adalah kumpulan keluarga-keluarga akhirat 🌟

  • JAM Peduli Purworejo


    Peduli Purworejo
    Beberapa Bulan yang lalu tepatnya di bulan Ramadhan terjadi Banjir dan Longsong di daerah Purworejo
    dan sekitarnya tepatnya di bulan Suci Ramadhan, dari Team JAM (Jariyah Amal Mulia) Konsorsium Yayasan Mulia dan beberapa wali murid dari komite SDIT Luqman Al Hakim segera bergerak untuk menggalang Donasi untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah.
    Alhamdulillah terkumpul dana sebagai berikut:
    1. SMPIT Abu Bakar Yogyakarta                5,000,000             
    2. TKIT Muadz Bin Jabal Ketandan            2,000,000             
    3. TKIT Muadz Bin Jabal Kota Gede          1,500,000             
    4. SDIT Luqman Al-Hakim Timoho             14,550,000           
    5. Aziza Abdullah                                         500,000
    6. Agus Winarto / Naela 7F                          500,000
    7. Kusuma Andriana                                     500,000
    Sebelum berangkat ke Purworejo dari Team Jam Konsorsium Yayasan Mulia sempat survey dari beberapa relawan yang terjun langsung di lapangan tempat-tempat yang terdampak langsung dan butuh bantuan, dari hasil survey dari relawan memberitahukan daerah-daerah yang terkena dampak longsor sudah terbackup oleh pemerintah, dan menyarankan untuk ke sebuah sekolah yang kebanjiran, Alhamdulillah akhirnya tujuan kami ke SMPIT Ulul Albab Purworejo, dari hasil penelusuran kami di lapangan sekolah terkena dampak luar biasa, computer yang terdapat di LAB TIK semua rusak dan tidak terselamatnya, asrama siswa pun demikian tak luput dari dampak banjir, terlihat ketika kami sampai disana, buku-buku sekolah dan perpustakaan sedeang di jemur,

    Sesampai disana kami di terima oleh Ibu Kepala Sekolah SMPIT Ulul Albab ibu Umi Masruroh, bantuan seperangkat alat computer dan uang sebesar Rp. 23.000.000 alhamdulillah bisa kita salurkan, dan ternyata menurut ibu umi masruroh bulan Agustus ini sekolah akan mengadakan Akreditasi dan Jadwal pun tetap seperti biasa tidak ada pengunduran dikarenakan bencana
  • Infaq Umrah

    Memberikan peluang bagi muhisinin dan muhsinat yang ingin mengumrohkan Guru dan Pegawai. MEMILIH HAJI SUNNAH ATAUKAH SEDEKAH UNTUK MEMBIAYAI PARA PEJUANG
    Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Bagi orang yang telah melaksanakan haji dan dia mampu pergi haji lagi, apakah cukup bagi dia sebagai ganti dari haji untuk yang kedua kalinya dengan cara menginfakkan dana hajinya kepada orang-orang yang berjiahd pada jalan Allah di Afghanistan, di mana haji yang kedua hukumnya sunnah sedangkan memberikan bantuan untuk jihad wajib? Mohon penjelasan, semoga Allah memberikan balasan kepada anda atas perhatian anda kepada kaum muslimin dengan sebaik-baik balasan.
    Jawaban
    Orang yang telah melaksanakan haji wajib, maka yang utama adalah menginfakkan dana yang akan digunakan haji yang kedua kepada orang-orang yang berjuang di jalan Allah seperti kaum mujahidin di Afghanistan dan orang-orang yang dalam pengungsian di Pakistan. Sebab ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya :
    “Amal apa yang utama?”. Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab : “Iman kepada Allah dan Rasul-Nya”. Penanya berkata : “Kemudian apa?” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata : “Jihad di jalan Allah”. Beliau ditanya lagi : “Kemudian apa?” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab : ‘Haji mabrur”. [Muttafaq ‘alaih]
    Dimana Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan haji setelah jihad. Dan yang dimaksudkan adalah haji sunnah. Sebab haji wajib merupakan salah satu rukun dalam Islam jika telah mampu melaksanakannya. Dan dalam shahihain disebutkan riwayat dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda.
    “Barangsiapa yang membantu orang yang berjuang, maka sesungguhnya dia telah berjuang. Dan barangsiapa yang menanggung keluarganya dengan kebaikan, maka sesungguhnya dia telah berperang” [HR Bukhari dan Muslim]
    Dan tidak diragukan bahwa orang-orang yang berjuang di jalan Allah sangat membutuhkan bantun materi dari saudara-saudara mereka. Dan membiayai orang-orang yang berjuang lebih utama daripada membiayai haji sunnah karena dua hadits tersebut dan yang lainnya. Dan kepada Allah kita mohon pertolongan.
    MEMILIH HAJI SUNNAH ATAUKAH BERSEDEKAH?
    Oleh
    Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin
    Pertanyaan.
    Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin ditanya : Saya telah melaksanakan haji wajib dan sekarang mampu pergi haji lagi. Manakah yang lebih utama menyedekahkan dana untuk haji yang kedua ataukah saya berangkat haji?
    Jawab
    Jika kamu mempunyai keluasan dalam harta dan memungkinkan sedekah di samping pergi haji, maka lebih utama bagimu untuk melaksanakan keduanya. Tetapi jika tidak dapat melakukan kedua hal tersebut sedangkan disekitarmu terdapat orang-orang miskin yang sangat membutuhkan bantuan atau kegiatan-kegiatan kebaikan yang memerlukan dana, maka memberikan dana haji kamu kepada mereka adalah lebih utama dari pada haji sunnah. Tetapi jika disana tidak ada kebutuhan yang sangat perlu, maka haji lebih utama.
    [Disalin dari Buku Fatwa-Fatwa Haji dan Umrah oleh Ulama-Ulama Besar Saudi Arabia, Penyusun Muhammad bin Abdul Aziz Al-Musnad, terbitan Pustakan Imam Asy-Syafi’i. Penerjemah H.Asmuni Solihan Zamakhsyari Lc]

  • Gerakan Jumat Sedekah

    GJS yang dilaksanakan setiap minggu di hari Jumat di SMP IT Abu Bakar Yogyakarta, pengumpulan Dana dari Guru dan Siswa


    DAHSYATNYA SEDEKAH DI HARI JUMAT
    Hari Jumat merupakan hari yang paling utama dari semua hari dalam sepekan. Dia adalah hari yang penuh barakah. Alloh Ta’ala mengkhususkan hari Jum’at ini hanya bagi kaum Muslimin dari seluruh kaum dari ummat-ummat terdahulu.
    Dari Salamah dari Abu Hurairah ra. Nabi saw. bersabda:“Hari terbaik yang terbit padanya matahari adalah hari Jum’at. Sebab pada hari itu Allah Azza wa Jalla menciptakan Adam as. Dia memasukkan Adam ke surga, pada hari itu ia diturunkan ke bumi, dan pada hari itu terjadi kiamat serta pada hari itu terdapat satu masa dimana tidak seorangpun berdo’a kecuali Dia akan mengabulkan do’a itu. “(HR. Muslim)
    Oleh karena itulah, Nabi saw sangat mengagungkan, mengistimewakan, serta memuliakan hari jumat di banding hari lainnya. Beliau banyak melakukan berbagai macam ibadah di hari itu. Banyak sekali keutamaan dan keistimewaan yang ada di hari jumat di antaranya adalah bersedekah.
    Ibnul Qayyim berkata: “Sedekah di hari Jum’at dibanding dengan sedekah di hari lain adalah seperti sedekah di bulan Ramadhan dibandingkan sedekah di bulan-bulan selainnya”.
    Hari Jumat adalah hari dimana sedekah berlipat ganda. Rasulullah SAW bersabda : “Pahala sedekah berlipat ganda pada hari Jumat.”
    Sedekah pada hari Jum’at lebih baik daripada sedekah di hari lainnya. Ibnu Taimiyah jika keluar menuju Jum’at beliau bawa apa yang ada di rumahnya lalu beliau sedekahkan dalam perjalanannya menuju masjid secara sembunyi-sembunyi”.

    KHATIB JUMAT TGL.6 SEPT 2013 BERSAMA AJ
    MASJID RAYA PONDOK INDAH
    JAKARTA SELATAN

  • Jariah Amal Mulia

    Jam telah diselenggarakan di Unit TKIT Muadz bin Jabal, bertujuan melatih dan membiasakan siswa bersedekah.


    Amal jariah dalam bahasa arab
    berarti amal yang mengalir. Definisinya adalah,
    perbuatan baik yang mendatangkan pahala bagi yang
    melakukannya, meskipun ia telah berada di akhirat.
    Pahala dari amal perbuatan tersebut terus mengalir kepadanya selama orang yang hidup mengikuti atau memanfaatkan hasil amal perbuatannya ketika di dunia.
    Di sinilah kelebihan amal jariah dibanding amal-amal lain yang hanya diberi balasan sekali dalam satu perbuatan.
    Kata ‘amal’ dapat diterapkan pada semua perbuatan lahiriah, seperti melaksanakan shalat, membayar zakat,menunaikan ibadah haji, dan kegiatan-kegiatan sosial.
    Dapat juga diterapkan pada perbuatan batiniah, seperti niat, beriman kepada Allah SWT, bersabar menahan penderitaan, tabah menghadapi ujian, dan sebagainya.
    Berdiam diri tidak melaksanakan perbuatan yang dilarang Allah SWT juga dapat disebut amal. Kata ” jariah” diibaratkan dengan air yang secara terus-menerus mengalir dari sumbernya tanpa habis-habisnya.
    Dalil yang populer sebagai dasar keberadaan amal jariah ialah hadist dari Abu Hurairah yang menerangkan
    bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Apabila anak Adam (manusia) wafat, maka terputuslah semua (pahala)
    amal perbuatannya kecuali tiga macam perbuatan, yaitu
    sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim).
    Ketiga amal jariah tersebut ialah sebagai berikut:
    1. Sedekah jariah, yaitu harta yang diwakafkan.
    Dalam hukum Islam, wakaf diartikan sebagai penahanan terhadap suatu harta (tidak dijual, tidak dihibahkan, dan tidak diwariskan). Kemudian manfaat dari harta itu diberikan untuk kepentingan umat Islam.
    2. Ilmu yang bermanfaat, yaitu ilmu yang diajarkan
    kepada orang lain dan orang lain tersebut
    memanfaatkannya untuk kemaslahatan hidup baik secara individu maupun secara bersama. Selama ilmu yang diajarkan itu dimanfaatkan oleh orang, selama itu pula pahalanya mengalir kepada yang mengajarkannya di akhirat.
    3. Anak saleh yang mendoakan kedua orang tuanya.
    Anak yang saleh ialah anak yang baik-baik. Tidak hanya anak, tetapi masuk juga dalam kategori ini keturunannya seperti cucu dan seterusnya.
    Selain dari ketiga jenis perbuatan di atas, ada lagi beberapa macam perbuatan yang tergolong dalam amal jariah.
    Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda
    “Sesungguhnya diantara amal kebaikan yang mendatangkan pahala setelah orang yang melakukannya meninggal dunia ialah ilmu yang disebarluaskannya, anak
    soleh yang ditinggalkannya, mushaf (kitab-kitab keagamaan) yang diwariskannya, masjid yang dibina, rumah yang dibina untuk penginapan orang yang sedang
    dalam perjalanan. sungai yang dialirkannya untuk kepentingan orang ramai, dan harta yang disedekahkannya “(Hadist Riwaya Ibnu Majah).
    Yuk, sekarang kita kupas lebih detail.
    1. Ilmu yang di sebarluaskan :
    Menyebarluaskan ilmu pengetahuan yang bermanfaat,baik melalui pendidikan formal (seperti sekolah,universitas) dan pendidikan tidak formal seperti perbincangan ilmiah, tazkirah di masjid-masjid, ceramah umum, program dakwah dan sebagainya. Termasuk dalam kategori ini
    adalah menulis buku-buku yang berguna , menulis kitab-
    kitab agama dan menyebarkan bahan-bahan pendidikan
    Islam melalui artikel-artikel tazkira samaada di facebook atau blog.
    2. Anak soleh yang ditinggalkan :
    Yaitu mendidik anak menjadi anak yang soleh. Anak yang soleh
    akan selalu berbuat kebaikan di dunia. Menurut keterangan hadist ini, kebaikan yang diperbuat oleh anak soleh pahalanya sampai kepada orang tua yang
    mendidiknya yang telah meninggal dunia tanpa mengurangi nilai atau pahala yang diterima oleh anak-anak tadi.
    Doa anak yang soleh kepada orang tuanya
    mustajab di sisi Allah SWT.
    3. Mushaf (kitab-kitab agama) yang diwariskannya :
    Mewariskan kitab suci al-Quran, kitab tafsir al-Quran,mushaf (buku agama) kepada orang-orang yang dapat memanfaatkannya untuk kebaikan diri dan
    masyarakatnya. Selagi kitab-kitab tersebut
    digunakan sebagai bahan bacaan dan rujukan maka orang yang mewakafkan akan mendapat pahala yang berterusan.
    Jadi jika mass n’ miss punya buku-buku islami atau yg bermanfaat dan kebetulan sudah jarang dibaca dan masih dalam kondisi baik,alangkah baiknya jika disumbangkan di perpustakaan masjid.Kebiasaan masyarakat kita adalah sering membuat buku yasin disaat peringatan seribu hari meninggalnya anggota keluarga untuk disumbangkan kepada anggota jamaah yasin…dan menurut masshar itu juga bagus dan bermanfaat.
    4. Masjid yang dibina :
    Membangun masjid. Perkara ini selaras dengan sabda Nabi SAW yang bermaksud, “Barangsiapa yang membangunkan sebuah masjid kerana Allah walau sekecil
    apa pun, maka Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di syurga” (Hadis Riwayat Bukhari dan
    Muslim).
    Orang yang membina masjid tersebut akan menerima pahala seperti pahala orang yang mengerjakan amal ibadah di masjid tersebut. Termasuk juga mewakafkan
    tanah untuk pembinaan masjid.
    5. Rumah yang dibina untuk penginapan orang yang sedang dalam perjalanan :
    Membangun rumah musafir atau pondok bagi orang-orang yang bermusafir untuk kebaikan adalah suatu amalan sangat di tuntut. Setiap orang yang memanfaatkannya, baik untuk beristirahat  sebentar maupun untuk bermalam dan kegunaan lain yang bukan untuk
    maksiat, akan mengalirkan pahala kepada orang yang membinanya ( bukan bisnis hotel lho ya ).
    6. Sungai yang dialirkannya untuk kepentingan orang ramai:
    Mengalirkan air secara baik dan bersih ke tempat-tempat orang yang memerlukannya atau menggali perigi ditempat yang sering dilalui atau didiami orang ramai.
    Setelah orang yang mengalirkan air itu meninggal dunia dan air itu tetap mengalir serta terpelihara dari kecemaran dan dimanfaatkan orang yang hidup maka ia
    mendapat pahala yang terus mengalir.
    Semakin ramai orang yang memanfaatkannya semakin banyak ia menerima pahala di akhirat. Rasulullah SAW
    bersabda, “Barangsiapa membina sebuah telaga lalu diminum oleh jin atau burung yang kehausan, maka Allah akan memberinya pahala kelak di hari kiamat.” (Hadist Riwaya Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Majah).
    7. Harta yang disedekahkannya :
    Menyedekahkan sebahagian harta. Sedekah yang diberikan secara ikhlas akan mendatangkan pahala yang
    berlipat ganda. Selain daripada harta yang diberikan sebagai sedekah, termasuk juga mewakafkan tanah untuk pembangunan pendidikan Islam, rumah anak yatim, tanah perkuburan dan rumah oarng-orang
    tua(panti jompo).Selagi tanah tersebut digunakan untuk kebaikan maka pahalanya akan berterusan kepada pemberi tanah wakaf tersebut.
    Nabi SAW bersabda: “Sesungguhnya sedekah itu benar-benar dapat memadamkan panas kubur bagi pelakunya, sesungguhnya orang mukmin kelak di hari
    kiamat hanyalah bernaung dalam naungan sedekahnya(Hadis Riwayat Al-Tabrani).
    Jadi, Sedekah dapat di jadikan sebagai pemberi syafaat bagi pelakunya . Di dalam kubur ia mendapatkan kesejukan
    berkat sedekahnya dan terhindar dari panasnya kubur.
    Demikian pula di hari kiamat, ia akan mendapatkan naungan dari amal sedekahnya, padahal ketika itu
    kebanyakan manusia berada di dalam kepanasan yang tiada taranya.
    Dalam hadist lain di sebutkan bahwa
    sedekah itu dapat menolak kemurkaan Allah.
    Inilah sebenarnya yang Islam kehendaki,yaitu yang kaya membantu mereka yang miskin. Barulah bermakna dan bermanfaat segala harta dunia yang dimiliki. Apalah artinya harta melimpah kalau kita tidak sedekah.
    Rasulullah SAW sepanjang hayat sangat
    menjunjung tinggi sikap dermawan yang tidak bakhil dengan menyumbangkan hartanya ke jalan kebaikan.
    Dengan kenyataan yang juga berbentuk satu motivasi bagi umatnya, baginda rosul  berpesan kepada kita: “Tangan
    yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah, dan tangan yang di atas suka memberi dan tangan yang
    di bawah suka meminta.” (Hadis riwayat Bukhari, Muslim dan Abu Daud).
    Teruskan beramal jariah kerana inilah jenis amalan yang berterusan umpama air sungai yang mengalir kepada mukmin yang melakukannya samasa mereka
    masih hidup di dunia ataupun ketika telah meninggal dunia.
    Adakah dosa jariah ???
    Mass miss sekalian, pertanyaan ini pernah terlontar dari penanya kepada salah satu ustadz di talk show televisi.
    Dan dari ustadz menjawab, ” ada “.
    Seperti di awal saya sampaikan bahwasanya kata jariah sendiri artinya mengalir.
    Jadi apapun itu baik kebaikan maupun keburukan tentu ada balasannya.
    Untuk dosa jariah sendiri maksudnya bagaimana ?
    Nah, anda tentu pernah dan sering mendengar kisah – kisah orang dahulu melalui buku-buku sejarah islam.
    Disitu banyak dikisahkan ,sebagai contoh saja tentang fir’aun .
    Oya…fir’aun sendiri adalah gelar bagi raja-raja mesir saat itu.kalau di china dikenal dengan istilah dinasti..dan pada saat kisah nabi musa yg bertahta adalah menepthan ( mudah-mudahan tidak salah nyebut ).
    Kita sudah tahu bahwa fir’aun membangun piramide untuk sembahyang (menyembah dewa-dewa) dan juga untuk kuburnya ssndiri..nah jika semenjak Fir’aun meninggal dan banyak orang sembahyang disitu  dan meneruskan tradisinya bagaimana..tentunya ini adalah dosa yg akan berkelanjutan …sekarang tinggal pilih ,bangun masjid apa tempat maksiat???
    Satu lagi yg akan saya singgung adalah tradisi.
    Siapa yang memulai ritual sesajen ,minta pada penunggu pohon angker misalnya atau sesajen nglarung di laut kidul misalnya…itu jelas perbuatan syirik atau menyekutukan Tuhan..
    Barang siapa sekarang masih melakukan itu dan melaksanakan tradisi itu maka ia akan mendapatkan dosa jariah atau dosa yg terus mengalir padanya.
    Jadi jika mass n’ miss semua suka mencoba hal yg aneh- aneh ,mulai sekarang dipikir-pikir dulu deh,.
    Bertentangan dengan hukum agama atau tidak..takutnya akan menjadi dosa jariah.
    Jadi hati-hati yaa…
    Boleh lah kita membuat tradisi sendiri dalam keluarga kita, yg baik- baik juga banyak kog..misalnya tiap tahun patungan ikut Qurban, atau tiap ulang tahun merayakannya bersama anak yatim dan sekalian bersedekah…dan lain sebagainya.
    Apa bedanya amal jariah dan shodaqoh
    Shodaqoh/sedekah dlm arti sempit maknanya adl zakat.Sebagaimana dlm QS at-Taubah: 60 tentang 8 golongan yang berhak menerima zakat.
    Juga hadits sbb :
    ﻟﻴﺲ ﻓﻲ ﺣﺐٍّ ﻭﻻ ﺛﻤﺮٍ ﺻﺪﻗﺔٌ ﺣﺘّﻰ ﻳﺒﻠﻎَ ﺧﻤﺴﺔَ ﺃﻭﺳُﻖٍ
    Tdk ada kewajiban zakat pd biji2an dan kurma hingga mencapai 5 wasaq (HR Muslim).
    Sedangkan sedekah dlm arti luas, meliputi :
    – berbuat adil thd 2 pihak
    – menolong org keatas kendaraannya
    – ucapan2 yg baik (kalimah thoyibah)
    – setiap langkah menuju tempat sholat
    – menyingkirkan gangguan di jalanan (HR Muslim)
    Jadi bisa digaris bawahi bahwa perbedaan yang mendasar adalah :
    – kalau amal jariah pahalanya terus mengalir selagi masih ada orang yang memanfaatkannya.
    – sedangkan sedekah pahalanya hanya sekali saat itu saja ( itu arti mudahnya ).

  • Sedekah Indah Seorang Dokter


    Bismillahir-Rahmaanir-Rahim … Di satu tempat di Jakarta ada rumah yang bisa dibilang cukup mewah. Rumah itu adalah kediaman keluarga dr. Juni Tjahjati. Selain sebagai tempat tinggal, rumah itu sehari-hari dipakai Juni sebagai tempat praktek. Banyak pasien berobat setiap hari ke sana yang kadang membuat tukang parkir harus ekstra keras mengatur
    kendaraan.

    Jika kita berdiri tepat menghadap rumah itu dari seberang jalan tampaklah dua buah hiasan berbentuk pagar kecil bersusun di atap rumah. Di bagian tengah pagar besi yang tidak memagari apapun itu terpampang lambang cinta berbentuk hati dicat warna emas. Lambang itu seperti ingin berkata bahwa semua aktivitas dalam rumah dan tempat praktek itu didasari oleh cinta.
    Tanpa ragu, dokter itu membantu tetangganya yang dioperasi di rumah sakit. Semua biaya ia tanggung. Hidupnya pun tampak berkah dan berlimpah rezeki.
    Beberapa tahun lalu, seorang laki-laki bernama Mustofa datang ke rumah itu. Ia menggigil kedinginan. Ia baru pulang dari Bogor, memenuhi undangan kawannya untuk memancing. Sebuah kecelakaan kecil terjadi: kakinya tertusuk bambu.
    Mustofa adalah tetangga Juni, sehari-hari berjualan es jus sambil menjadi tukang parkir di tempat praktek itu. Seorang dokter menanganinya dengan memeriksa dan memberi obat.
    “Waktu itu dokter Juni sedang keluar negeri,” ujar Mustofa.
    Pengobatan diberikan kepada Mustofa secara cuma-cuma. Ia dapat kembali pulang dengan tenang. Tapi seminggu kemudian ia kembali datang karena ia mulai merasakan sakit yang lebih parah.
    Mustofa sulit menggerakkan mulut dan menelan makanan. Juni yang sudah pulang langsung memberi pertolongan. Bapak empat anak itu disuntik dua kali, diberi obat dan disuruh balik lagi beberapa hari kemudian. Menyadari kemungkinan Mustofa menderita tetanus, Juni melakukan operasi kecil, mengeluarkan potongan bambu kecil yang tertanam di kaki Mustofa.
    Tapi beberapa hari kemudian, Mustofa semakin parah karena racun tetanus ternyata sudah menjalar ke tubuhnya menginfeksi syaraf dan ototnya hingga kaku dan tak bisa digerakkan.
    Juni kemudian bertindak cepat dengan membawa Mustofa ke rumah sakit agar bisa dirawat dengan fasilitas lebih memadai. Ia tak bisa mengiringi tetangganya itu tapi mengontak teman-temannya yang ada di rumah sakit agar Mustofa ditangani dengan baik.
    “Jangan ditinggal sebelum Pak Mus dapat ruang inap dan ditangani dokter,” ujar Juni kepada supirnya yang mengantar.
    Mobil pun melaju ke RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo) Jakarta. Di RSCM ada suami Juni, dr. Ismail, seorang ahli Ortopedi, yang sehari-hari berpraktek dan mengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
    Tapi, ternyata., RSCM tak ada ruangan kosong. Mustofa lalu dilarikan ke RS Persahabatan. Kembali tak ada ruang kosong. Ismail lalu mengontak koleganya di RS Fatmawati. Ada ruang kosong di rumah sakit itu. Mustofa langsung dibawa ke sana.
    “Sampai di sana, saya langsung disambut dokter dengan hormat. Sepertinya dokter itu teman baik dr. Juni atau suaminya, dr. Ismail,” ujar Mustofa mengenang.
    Sampai di Fatmawati Mustofa tak sadarkan diri. Ia dirawat berhari-hari di sana sampai kesadarannya pulih. Dalam sakitnya itu, Mustofa ditunggui oleh istrinya.
    Setelah beberapa hari di rumah sakit, datanglah lembar tagihan berobat. Mustofa dan istrinya terkaget-kaget, karena di situ tertera angka 13 juta rupiah. Tentu saja ia tak memiliki uang sebesar itu apalagi ia belum pulih benar. Perlu beberapa hari lagi untuk menginap agar ia bisa pulih sampai sediakala.
    Tapi, rupanya, kecemasan itu hanya terjadi sesaat saja, sebab rupanya dr. Juni sudah menangung biaya berobat Mustofa. Tak terbilang rasa terima kasih Mustofa dan istrinya. Apalagi Juni juga turut menjenguk Mustofa dan bahkan memberi istri Mustofa uang untuk pegangan selama menunggui suaminya dirawat.
    “Saya tak punya uang sepeser pun. Semua biaya ditanggung dokter Juni. Saya tak tahu berapa jumlah pastinya. Tapi kira-kira 20 juta rupiah,” ujar Mustofa mengenang sambil terharu.
    Mustofa sampai tak habis pikir kenapa ada orang sebaik itu. Ia hanya tetangga dan bukan saudara. Bisa dikatakan ia juga hidup dari dr. Juni karena ia berjualan es di depan Praktek dr.Juni, selain memarkir kendaraan. Ia tak dimintai uang sedikit pun berjualan di depan tempat praktek itu seperti yang lazim terjadi. Bahkan ia juga tak dimintai uang listrik, padahal sehari-hari ia memakai listrik untuk blender es jus.
    Saat anak nomor tiganya menderita kecelakaan, kembali Juni dengan ringan membantu Mustofa. Waktu itu, anak Mustofa tertabrak kendaraan bermotor dan kakinya patah. Kaki anak berusia 6 tahun itu diberi pen yang diukur sendiri oleh suami dr. Juni. Kembali Mustofa tak membayar sepeserpun biaya pengobatan itu karena semua ditanggung dr. Juni.
    Berkah Sedekah …
    Sekalipun menolak untuk membeberkan lebih lanjut, sedekah memang merupakan amal yang masyhur dilakukan Juni. Ini diakui pula oleh para warga di sekitar rumahnya. Tangannya begitu ringan menolong. Kadang ada kaum dhuafa yang berobat dengan membayar semampunya atau gratis sama-sekali.
    Jika melihat kehidupan Juni yang dilimpahi rezeki benarlah ungkapan al-Qur’an dalam surat al-Baqarah ayat 256 yang menyebut bahwa
    … “Perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.” …
    Tempat prakteknya tampak ramai, membuat rezekinya seakan tidak pernah putus. Pasien yang berobat di sana juga sangat senang karena diobati dengan penuh perhatian.
    Selain itu, Juni juga memiliki beberapa kendaraan dan perusahaan yang ia kelola di bidang kesehatan, makanan, laboratorium, penyewaan gedung, perawatan kecantikan, dan lain sebagainya.
    Dahulu, sebelum meraih semuanya, Juni malah hidup sederhana; berbisnis salon dan membuka toko sepatu karena ia merasa tak patut mencari uang berlebih dari pengabdiannya sebagai dokter.
    Satu hal yang patut dicontoh adalah Juni tampak enggan untuk menceritakan itu semua. Baginya itu hal biasa saja. “Kebetulan saya bisa membantu, ya saya bantu,” ujarnya.
    Saat masih menjadi dokter puskesmas di daearah Jawa Timur tahun 90-an, Juni juga sudah sering bersedekah. Ia bahkan pernah mengobati pasien yang memerlukan transfusi darah dengan mengambil darahnya sendiri.
    Lagi-lagi jika ada pasien yang tak mampu dan perlu dirujuk ke rumah sakit, ia bersedia mengantarkan dengan menggunakan biaya akomodasi dari dirinya sendiri.
    Menolong sepertinya sudah menjadi etika utama dokter ini. Semua hal dikebelakangkan dan keselamatan pasienlah yang diutamakan.
    “Ada perasaan lega dan senang jika pasien yang kita tolong bisa selamat, dan bisa berbagi itu merupakan satu kenikmatan sendiri,” ujar Juni.
    Tak hanya itu, Juni juga kerap mengalamatkan sedekah pada pembangunan masjid. Beberapa masjid sudah ia sumbang. Ada di antaranya yang dibangun bagi kaum pinggiran di wilayah Tebet, Jakarta Selatan.
    Banyak orang yang memiliki penghasilan besar, namun selalu merasa tidak cukup. Bahkan tidak jarang pengeluaran mereka lebih besar dari penghasilan yang didapat. Tapi itu tak berlaku jika melihat kehidupan dr. Juni. Rezeki seperti mengalir deras padanya, dari berbagai jalan, karena setiap rezeki yang ia dapatkan juga ia sedekahkan kemana-mana.
    … “Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat, maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).” …
    Demikian Allah berkata dalam firman-Nya (Q.s. al-An’am: 160) ..
    Jadi, sebetulnya, setiap harta yang kita sedekahkan justru akan kembali dengan berlipat ganda. Satu dikurang satu sama dengan sepuluh, bukan nol. Itulah rumus sedekah. Dengan memberi, seseorang akan mendapatkan lebih banyak, tidak berkurang atau habis.
    Subhanallah …