Sosdak

Membangun Sinergi Cinta

Written by

in

oleh : Drs Ery Masruri

Bagi setiap orang tua…anak adalah kencana wingka yang selalu bersinar .Tidak peduli orang berkata apa,tidak peduli dia berbuat apa,tetap saja dia adalah kencana yang bersinar di hatinya. Karena dia adalah buah dari cintaNya.Namun sebenarnya,dia adalah amanah yang harus dijaga agar tetap dalam fitrah kesuciannya dan tumbuh menjadi ‘abdi dan kholifahNya. Dan cinta…adalah modal untuk menunaikannya Mari kita didik dia dengan cinta, Kita takar cinta kita, agar dapat memupuk jiwanya.  Jangan jerumuskan dia dengan luapan cinta . Jangan pula kita simpan cinta karena takut dia manja.Didiklah dia dengan cinta Agar dia bisa merasakan cintaNya. Dan memberikan cintanya kepada sesama.

1.    Mendefinisikan Cinta ; Antara kesenangan dan kebahagiaan.
“Jika kita mencintai seseorang pasti kita tidak tega melihat dia menderita dan akan selalu berusaha membuat dia bahagia. kita akan selalu memberikan apa yang dia senangi agar dia bahagia. Sebab kita khawatir  dia akan menderita jika tidak mendapatkannya. Apalagi jika kesibukan telah memisahkan  kita dan dia, maka kita harus menyatakan cinta  dengan apapun juga.agar dia tau bahwa kita mencintainya. Jadi jangan sampai kecewakan dia, penuhi segala apa yang dia inginkan !”
    Tidak bisa dipungkiri, setiap orang tua pasti memiliki perasaan seperti di atas.karena tidak satupun orang tua yang tidak memiliki rasa cinta kepada anaknya. Tetapi tahukah anda, perasaan seperti ini telah memerangkap berjuta – juta orang tua dalam kisaran cinta buta yang kelam dan berujung pada penyesalan serta penderitaan? karena luapan cintanya justru telah menghancurkan jiwa anaknya. Berjuta – juta anak telah tumbuh menjadi generasi rapuh, yang manja tidak bisa apa – apa. Pemaksa, tidak punya tenggang rasa, malas dan tidak mau berusaha. Karena selama pertumbuhannya, pertolongan selalu datang sebelum dia berjuang dan apa yang diinginkan selalu datang sebelum dia berhenti mengucapkan.
Mari kita murnikan cinta kita. Cinta sejati, bukanlah sekedar ‘rasa ingin membuat dia senang’, tetapi ‘rasa ingin menyelamatkan dia dari kehancuran jiwa yang menyengsarakan!’
     Alloh SWT berfirman ….Hai orang – orang yang beriman, selamatkan dirimu dan keluargamu dari siksa neraka”.

2.    Mengekspresikan Cinta ; buktikan dan nyatakan !
    Cinta, adalah tali suci yang diikatkan Alloh dalam hati setiap orang tua dengan anaknya. Tidak ada satupun orang tua yang tidak mencintai anaknya. Jadi janganlah dipertanyakan ‘seberapa besar rasa cintaku kepada anak – anakku’. lihat saja kerja kerasku, hitam kulitku,peluh yang mengucur di seluruh tubuhku, itulah gejolak, warna dan aliran cintaku.
    Anakku….Jika aku jarang membersamaimu, tidak berarti aku tidak mencintaimu, karena cinta tidak harus selalu bersama.toh hasil kerjaku, seluruhnya juga untukmu, itulah bukti cintaku.
    Jika aku sering  marah dan berkata kasar kepadamu, itupun bukan berarti aku membencimu.  Tapi karena aku sudah sangat lelah bekerja untukmu, atau hanya karena aku ingin kamu menjadi baik sesuai dengan keinginanku. Sungguh hatiku tidak pernah kering dari cinta untukmu.
    Janganlah minta aku untuk mengusap lembut kepalamu, mencium keningmu dan mengatakan ‘anakku…aku mencintaimu’, karena itu tidak perlu. Yang penting aku telah bekerja keras untuk mencukupi segala kebutuhanmu; Sekolahmu,kesenanganmu, motormu dan semua keinginanmu. Dan semua itu untuk masa depanmu!
    Perasaan seperti di atas, pernahkah hinggap di hati anda? jika ya, maka bersiaplah anda untuk kecewa.karena anda telah melakukan kesalahan dalam mengekspresikan cinta. Sehinga anak anda justru akan tumbuh dengan hati yang hampa, tanpa rasa cinta kepada anda dan kepada sesama.sebab dia tidak pernah mengenal bahasa cinta dari anda. Yang dia kenal hanyalah bahasa kerja. Karena di matanya, anda  hanyalah kerja,kerja dan kerja untuk memenuhi kebutuhan kewajiban anda. Dan tidak terlihat untuk dia!
    Jadi, marilah kita buktikan cinta kita kepada mereka dengan membersamai  dan berbicara kepada mereka dengan bahasa cinta. Ekspresikan rasa cinta anda, Insyaalloh dia akan dapat merasakan cintaNya dan berbagi cinta dengan sesama.
    Alloh SWT selalu mengekspresikan cintaNya kepada kepada kita dengan nyata.dimana saja…kapan saja ! Alloh ar Rohmaan ar Rohiim. Maha Pengasih dan Peyayang kepada umatNya.

3. Bahasa Cinta : mendengar  dan melihat dengan nurani. bersikap  dan berkata dengan kelembutan jiwa.
    Hati adalah mata cahaya yang tak pernah buta, tempat dimana cinta berbicara. Jadi bahasa cinta adalah bahasa hati, dimana kita mendengar dan melihat dengan nurani, kemudian mensikapi dan mengatakannya dengan kelembutan jiwa.
    Jika kita ingin anak kita sempurna jiwanya, maka berbicaralah kepada mereka dengan bahasa cinta. Lihat dan dengarlah segala apa yang mereka  lakukan dengan nurani kita, maka kita akan melihat apa sebenarnya yang diminta oleh jiwanya.bukan oleh kata – kata dan nafsunya.
B    anyak orang tua yang gagal membentuk jiwa anaknya, karena dia hanya berbicara dengan bahasa nafsu dan obsesinya, tidak  dengan bahasa cinta. Melihat dan mendengar hanya dengan mata kepala, sehingga  tidak pernah menangkap kebutuhan jiwa anaknya.
    Dia mengira anaknya menurut, padahal sesungguhnya mereka hanya takut. Dia mengira anaknya hanya diam, padahal sesungguhnya mereka memendam dendam.dia mengira anaknya ‘nakal’ padahal sesungguhnya mereka hanya ‘kelebihan’ akal.dia mengira anaknya lari, padahal sesungguhnya mereka hanya minta dia peduli.

4.    Momentum Cinta
    Cinta memang universal. Dia tidak terbatasi oleh ruang dan waktu. tetapi untuk mengungkapkannya ada ruang dan waktu tertentu, yang dapat melipat gandakan kekuatannya.itulah momentum cinta.
enam diantaranya adalah :
·    Saat bangun tidur.
Seperti pertama kali anda menyambut kehadirannya di dunia, maka sambutlah dia ketika pertama kali memulai hidupnya. Tuangkanlah cinta kepada jiwanya. Maka dia akan melalui hidupnya hari itu dengan penuh rasa cinta. Bangunkan dia dari tidurnya dengan bahasa cinta ; usaplah kepalanya dengan  lembut,atau pijitlah kakinya dengan penuh rasa kasih sayang lalu bisikan kepadanya :… sayang… sholat dulu sayang, adzan sudah berkumandang.
·    Saat makan bersama.
Jadikanlah meja makan sebagai mangkuk cinta. Dimana pengalaman hidup menjadi hidangan paling lezat yang diceritakan dan didengarkan bersama, dengan penuh rasa cinta.
Ø    Sambutlah pengalaman lucu dengan tawa,
Ø    pengalaman sedih dengan haru dan empati.
Ø    obsesi dengan semangat dan motivasi,
Ø    prestasi dengan syukur dan memuji.
·    Saat berpisah.
Berilah bekal cinta untuk ananda pada setiap kali kita berpisah dengannya.dia pergi ke sekolah atau kita berangkat kerja. Jabat tangannya,cium keningnya dan ucapkan ; I love you….sukses for you .. asalamu’alaikum !
·    Saat bertemu.
Ungkapkanlah rasa rindu kita, walaupun baru satu jam tidak berjumpa.peluklah dia dengan cinta dan sebutlah namanya dengan mesra. insyaAlloh dia akan damai di sisi kita.
·    Saat menjelang tidur.
Jadikanlah perbincangan kita, wajah kita dan sentuhan lembut kita sebagai kenangan terakhir menjelang tidurnya. jangan biarkan dia berangkat tidur, dengan perasaan kosong atau bahkan hati gelisah dicekam masalah.hantarkanlah tidurnya dengan ungkapan cinta kita. insyaAlloh ke dalam jiwanya akan tertanam rasa cinta untuk sesama.
·    Saat mengaji bersama.
Tali cinta sejati, adalah ikatan kita kepada sang illahi robbi. Jadi hadirkanlah majlis mengaji untuk melembutkan hati. Ungkapkan rasa cinta kita dengan bahasa cintaNya dan mengajak mereka untuk bersama – sama menuju keridloanNya. Jika Dia ridlo kepada kita, maka cinta akan bersemi di hati kita, dan kehidupan kita akan bahagia selamanya.
5.  Sinergi Cinta
    Cinta bagai kotak pandora yang menyimpan energi tak terkira. Cinta akan

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *