Sosdak

Blog

  • Penyerahkan bantuan bencana banjir


    Selasa, 19 Maret 2019 Sosial dan Dakwah diketuai Oleh Toni Hermanto bersama
    Team menyalurkan bantuan ke Dusun Bango
    Putat Selopamioro
    Imogiri Bantul, hujan yang mengguyur Jogja beberapa hari kemarin membuat banjir dan longsor di beberapa daerah Bantul salah satunya lokasi yang kami kunjungi.

    Longsor di dusun ini ada beberapa titik, salah satu titik mengubur aliran sungai yang ada di Dusun Bango Putat sehingga sungai meluber ke seluruh dusun, longsor juga membuat rusak rumah salah satu warga yang bernama ibu Sri, beliau merupakan Janda dengan 2 orang anak, Alhamdulillah Sosial dan Dakwah bisa sedikit memberikan bantuan dalam bentuk Tunai.

    Dua hari kemudian Kamis 21/03, imogiri timur, Ustadzah Diah sebagai Direktur Sosial dan Dakwah Konsorsium Yayasan Mulia bersama ibu-ibu Mulia Parenting School angkatan 1 yang berjumlah 8 orang kembali memberikan bantuan kepada Korban Banjir dan Longsor di Desa Ukirsari Dusun Tilaman Rt 01 Imogiri Bantul, Bantuan berupa Pakaian layak pakai dari TKIT Muadz Bin Jabal Kota Gede dan TKIT Muadz Bin Jabal Ketandan.

    Bantuan uang Tunai dari Jariyah Amal Mulia unit SMPIT Abu Bakar dan Ibu-ibu MPS Angkatan 1 yang terkumpul sebesar Rp 5.000.000 dibagi ke beberapa warga yang terkena dampak banjir dan longsor

    Salah satu keluarga yang mendapat bantuan adalah keluarga Pak Aji.. beliau merupakan Guru Ngaji. Ustadzah Diah menceritakan motif penyerahan ke salah satu Guru bernama aji, guru tersebut adalah guru murid seorang anak dari salah satu orang tua unit sekolah yang dibawah Konsorsium Yayasan Mulia

    juga karena peralatan buku sekolah dan seragam beliau dan anak-anaknya tertimpa banjir hingga hanyut dan tidak bisa difungsikan lagi.

    “Sangat bersyukur sekali dengan hadirnya bantuan ini, semoga Allah membalas kebaikan dengan kebaikan yang terbaik, bermanfaat buat kami dan, bisa buat beli peralatan sekolah buat anak saya dll” ujar Aji.

    Alhamdulillah bantuan tersampaikan dan sebagai upaya normalisasi aktifitas keseharian warga yang tertimpa musibah.


  • Update Pengumpulan Dana Tsunami Banten dan Lampung

    Alhamdulillah Dana bantuan Tsunami Banten sudah kita salurkan
    Via JSIT Indonesia,
    terima kasih kepada orang tua wali murid yang telah berperan meringankan saudara-saurada kita di banten dan lampung

  • Orang Tua Siswa ikuti Kelas Tahsin

    Orang Tua Siswa ikuti Kelas Tahsin yang diadakan oleh Sosial dan Dakwah Konsorsium Yayasan Mulia,

    program ini merupakan program untuk Orang Tua Siswa guna memperlancar bacaan dan menambah hafalan Al-Qur’an, Kelas Tahsin dan Tahfidz ini Gratis yang diadakan setiap hari Jumat pukul 09.00-11.00 di Basment Masjid Abu Bakar, Kelas Tahsin ini menggunakan metode Al-Karim yaitu metode cara membaca Al-Quran yang di kembangkan oleh Team Guru Al-Qur’an Se Konsorsium Yayasan Mulia, metode ini juga di ajarkan ke siswa se Konsorsium Yayasan Mulia


    Kelas Tahsin dan Tahfidz ini di ampu Oleh Ustzah Mujiyanti Guru Al-Quran SDIT Luqman AlHakim Timoho, untuk saat ini telah terbentuk 3 kelompok dan pesertanya keseluruhan ibu-ibu wali murid dari TKIT-SMAIT se Konsorsium Yayasan Mulia.

    Bagi orang tua wali murid atau masyarakat umum yang ingin bergabung bisa langsung menghubungi pengurus Sosial dan Dakwah di Basement Masjid Abu Bakar Komplek SMPIT Abu Bakar atau bisa langsung datang di hari Jumat pukul 09.00

  • Pray For Tsunami Banten

    SOSIAL DAN DAKWAH KONSORSIUM YAYASAN MULIA
    TKIT Muadz Bin Jabal, SDIT Luqman Al Hakim dan SMPIT – SMAIT Abu Bakar,
    membuka kesempatan bagi Bpk/Ibu Donatur yang ingin ikut berpartisipasi membantu saudara kita yang terdampak bencana di Banten dan Lampung.

    Semoga dengan memudahkan urusan sesama maka Allah mudahkan urusan kita.

    💰Dana yang terkumpul
    Akan disalurkan kepada JARINGAN SEKOLAH ISLAM TERPADU INDONESIA perwakilan Banten
    __________
    Salurkan infaq anda untuk bantu saudara kita di Banten dan Lampung dalam program Peduli Bencana melalui :

    Bank Syariah Mandiri

    SOSDAK MUADZ BIN JABAL 7108744175

    SOSDAK LUQMAN AL HAKIM 7108743071

    atau

    datang langsung ke BMT BRS  #101.006157 an SOSDAK PEDULI BENCANA

    Atau melalui wali kelas ananda
    Atau melalui kantor SOSIAL DAN DAKWAH hari senin – jumat (ketika  aktif KBM) Basement Masjid Abu Bakar
    Kompleks SMPIT ABU BAKAR
    Jl. Veteran Gg. Bekisar No. 716 Q Pandeyan Umbulharjo Yogyakarta
    0274-381006
    __________
    ⚠Penghimpunan donasi sampai 31 Januari 2019
    ——————————————–
    Memudahkan Saudaramu
    Dimudahkan Urusanmu
    mari memudahkan urusan sesama

    Call center, Jemput dan konfirmasi donasi
    Ust Ma’ruf
    0819 0402 5538

  • Ibu Eni yang Tangguh

    Hari ini dipertemukan oleh wali murid Bu Erni beliau
    sekaligus ummahat yang luar biyasah, anaknya ada 6 suami beliau meninggal 4 tahun yang lalu, rumahnya di perumnas balaroa, ketika gempa terjadi beliau masih jemput beberapa anaknya, rumahya bergeser beberapa ratus meter, 4 hari setelah gempa rumahnya bersih tak tersisa karena dijarah, hanya bisa menyelamatkan motornya itupun dibantu relawan… kini beliau dan anak2nya mengontrak dibantu teman2 di Palu, beliau menceritakan di hari pertama gempa beliau mimpi bertemu alm suami, seblumnya belum pernah, pesan dari suaminya diminta bersabar dalam mimpinya, di di kontrakan dia memulai dari Nol teringat 20 tahun yang lalu ketika habis menika dengan suaminya belum punya apa2

  • “Waktu yang tepat menurut Allah SWT”

    Penyaluran bantuan
    gempa dan sunami palu kemarin
    menjadi sesuatu yang special/berkesan sekali bagi kami tim yang terjun ke lapangan. Betapa tidak , ternyata kita bertepatan dengan peristiwa banjir bandang di daerah bangga kabupaten sigi. Sehingga bantuan kita, kita salurkan ke titik pengungsi yang sangat membutuhkan. Mereka sudah menjadi korban gempa, menjadi korban banjir bandang lagi. Kalau di awal-awal, hari pertama, kedua dan seterusnya paska gempa dan sunami kemarin kita belum bisa kesana, maka untuk banjir bandang ini kita hari pertama bisa menembus daerah tersebut. Banjir bandang tersebut terjadi pada malam harinya, ke esokan hari kita mendapat berita dan siang hari sampai malam kita menyalurkan bantuan kelokasi utama banjir bandang.

    Rencana awal penyaluran bantuan ke pengungsi hari ke dua, namun karena ada berita banjir bandang maka rencana kita rubah. Hari pertama kita penyaluran bantuan kepengungsi dan hari ke dua kita menyalurkan bantuan ke SIT yang ada di palu. Ini pengalaman yang sangat berkesan bagi tim yang ada di lapangan.

    Pengiriman bantuan ke lokasi banjir bandang ini bersamaan dengan banjir bandang susulan yang sebelumnya tidak kita perkirakan. Sehingga sempat tertahan di sana. Menjelang sampai lokasi pengungsian, kita antri untuk masuk lokasi utama pengungsian korban banjir. Karena jalan baru berusaha untuk di bukak dengan alat berat. Saatnya untuk jalan ternyata ada informasi tanda-tanda akan nada banjir susulan. Kita tetap terus masuk dengan melewati jalur utama banjir bandang, dan Alhamdulillah berhasil. Pemandangan yang kami peroleh saat masuk lokasi : Rumah-rumah warga yang tertimbun lumpur mulai dari ketinggian separoh rumah sampai atab. Jalan-jalan putus. Pohon-pohon dari bukit yang hanyut. Warga-warga yang mendadak  mengungsi ke perbukitan dengan kondisi yang memprihatinkan. Tenda kurang, becek, banyak ilalang, makanan terbatas, air bersih untuk minum minim, tempat untuk kebutuhan MCK sangat jauh dari kelayakan, udara dingin, hujan, ternak-ternak yang bingung mau di ungsikan ke mana, dan lain sebagainya. Setelah kami selesai menurunkan barang bantuan ternyata banjir bandang itu pun tiba dengan suara yang sangat deras sekali.

    Banyaknya pengungsi banjir bandang, membutuhkan banyaknya bantuan dari segala elemen masyaraakat yang ada. Alhamdulillah bantuan kita sangat berharga buat mereka walau kalau melihat untuk kecukupan pengungsi tentu masih kurang. Sekecil apapun bantuan Insya Allah sangat bermanfaat. 

    Begitulah kisah singkatnya. Kita meyakini waktu penyaluran bantuan ini adalah waktu terbaik menurut Allah SWT. Pas ada bencana lagi.
    Ma’ruf, 22 november 2018. Cacatan perjalanan.

  • Iftitah, Bocah Kecil Yang Tangguh

    Dalam rangkaian misi kemanusiaan kami menyalurkan
    bantuan gempa dan sunami di palu, ada sebuah kisah perjuangan dari seorang bocah kecil kelas 4 SDIT Bina Insan yang saat itu kami kunjungi. Di malam hari selepas sholat isak kami berkunjung kurang lebih satu jam untuk menyalurkan bantuan korban gempa dan berniat untuk mendengarkan kisah langsung dari bocah kecil yang bernama Iftitah. Secara pribadi saya penasaran akan kisah yang sebelumnya dari pengurus JSIT palu (ustadz juweni) menyampaikan  kepada kami tentang bagaimana ia dalam menyelamatkan dirinya dari terjangan sunami dengan begitu besar menghempaskan tubuh dan membawa tubuhnya terombang ambing di laut.

    Sesampainya di rumah, kami menyampaikan maksud kedatangan kami untuk menyalurkan bantuan dan ingin mendengarkan kisah pribadinya yang orang lain takjub akan kejadian itu. Anaknya periang, senyam-senyum menyambut kami dengan senyumannya khas itu. Ia pun lalu bercerita tentang kisah gempa dan sunami saat itu. Saat itu Iftitah dan keluarga sedang siap-siap untuk berjaualan bakso di tepi pantai palu yang menjadi pusat terjadina sunami palu. Ayah, mama, dan beserta adiknya yang berusia 5 tahun. Saat itu bertepatan dengan perayaan hari jadi kota palu. Saat menyiapkan barang dagangannya tiba-tiba mama Iftitah berkeinginan untuk pulang kerumah dulu karena masih ada beberapa pekerjaan di rumah yang belum selesai. Tinggallah saat itu Iftitah, ayah dan adiknya yang berusia 5 tahun. Seketika itu terjadilah bencana besar yang tidak di sangka-sangka sebelumnya. Terjadilah gempa yang sangat besar dengan kekuatan lebih dari 7 SR. Ayah iftitah dengan segera memeluk Iftitah dan adiknya untuk memberikan perlindungan pada ke dua bocah itu. Namun ternyata tak di sangka oleh ayah Iftitah, ada gulungan air yang besar mendekati pantai palu dengan begitu cepatnya. Ayah Iftitah kaget dan sambil berteriak “ Ya Allah, sunami. Ya Allah, sunami. Dan ia pun bertakbir, Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar”. Saat itulah sunami menerjang tanpa menyisakan waktu sedikitpun untuk menyelamatkan diri. Jarak gempa dan sunami begitu pendeknya hanya beberapa menit saja. Sunami menghempaskan tubuh ayah Iftitah dan sekaligus menghempaskan juga ke dua anaknya. Lepas sudah dari pelukan ayah Iftitah. Tubuh Iftitah terhempas gelombang ke darat, lalu tertarik kembali ke laut dengan terombang ambing ombak di laut. Ia sadar, ia tidak pingsan. Ia sadar saat itu sedang dalam bencana. Ia berusaha untuk menyelamatkan dirinya, ia raih kayu (bambu) yang terbawa ombak. Berhasil namun lepas lagi. Ia berusaha untuk meraih barang-barang yang ada di sekitarnya untuk menyelamatkan diri agar tidak tenggelam. Ia terus  terombang-ambing gelombang air laut. Ia berusaha lagi meraih papan yang terapung sambil dengan berenang. Dalam usahanya untuk menyelamatkan diri, timbulah perasaan kalau harus mati saat itu ia rela/ikhlas. Ia terombang ambing cukup lama, kurang lebih 3 jam menurut pengakuannya. Alhamdulillah, akhirnya ia bisa selamat atas pertolongan Allah dengan ikhtiar berusaha berenang. Ayah dan adiknya entah kemana, sampai sekarang belum ada kabar dari keberadaan ayah dan adiknya.

    Setelah selamat dari sunami, di malam yang gelap gulita penuh dengan ketidak pastian, rasa takut yang mencekam, warga yang hilir mudik histeris mencari saudara yang hilang, mayat-mayat berserakan, Iftitah berusaha mencari bantuan dengan cara menyapa dan minta tolong. Ada orang yang membantu ia, membawa iftitah ke tempat yang lebih aman/pengungsian. Ia sendiri tanpa ayah, mama dan adiknya. Ia mencari-cari ayah, mama dan adiknya.

    Setelah mendengar adanya berita sunami di pantai, hati mama Iftitah sontak kaget dan langsung pergi kepantai untuk mencari suami dan anak-anak dengan hati yang remuk redam. Setiap orang ia temui dengan harapan bisa ketemu suami dan anak-anaknya. Setiap mayat yang ia temui ia lihat, ia singkap penutup wajahnya, apakah termasuk suami dan anak-anaknya. Harapan tak sesuai kenyataan. Tubuh yang semakin lemas kehabisan tenaga, akhirnya mama Iftitah di ajak pulang oleh relawan setempat, menunda pencarian. Di minta menunggu besok harinya. Penantian semalam yang terasa lama sekali. Di ke esokan harinya ia mendapatkan kabar bahwa putrinya selamat dan ada dilokasi pengungsian. Sontak saat itu harapan tumbuh kembali. Ia langsung menuju lokasi yang di kabarkan itu. Dengan rasa haru yag sangat, ia peluk anaknya. Dilihatlah mukanya, rambutnya, punggungnya, tangannya, kakinya untuk memastikan bahwa ia benar-benar adalah putrinya. Ia peluk lagi dengan bahagianya. Rasa optimisme pun tumbuh kembali, yang semula ia sudah merasa putus asa. Ia optimis kembali akan keberadaan suami dan anak yang paling kecil.

    Ia bersihkan rambut putrinya, ia ambili daun-daun yang ada di kepala putrinya. Ia bersyukur Allah masih mengembalikan putrinya dengan selamat tanpa adanya luka yang berat. Ia masih punya harapan untuk suami dan sikecil nya yang sampai hari ini belum ada kabarnya.

    Dari kisah inilah banyak hikmah yang bisa kita petik. Iftitah adalah anak yang hebat, kuat mentalnya dan perjuangannya luarbiasa. Bagaimana ia berjuang untuk menyelamatkan dirinya yang terombang ambing di laut selama 3 jam lamanya. Betapa ia juga punya rasa kepasrahan kepada Allah SWT yang kuat apabila akhirnya saat itu ia harus mati. Ia anak yang tabah. Di luar nalar normal anak pada umumnya. Justru ia memotivasi agar mamanya jangan bersedih mengingat suami dan si kecil yang belum ketemu sampai saat ini. Ia ingat betul ayah dan adiknya. Saat kami tanya tentang ayah dan adiknya yang belum ketemu, ia terdiam seketika. Iftitah adalah anak yang sayang sama ayah dan adiknya yang telah mendahului. Kehidupan terus berjalan. Kenyataan harus di terima dan di hadapi. Harapan tak sesuai dengan kenyataan. Kehendak Allah lah yang kekal abadi. Semoga Iftitah, mamanya dan masyarakat palu yang kehilangan keluarga di beri kesabaran dan ketabahan oleh Allah SWT. Sekian dulu.

    Ma’ruf. Yogyakarta 21 November 2018. Allah Maha Besar.

  • “Petobo, balaroa: Bukti Kekuasaan Allah SWT”

    Salah satu lokasi di palu
    yang kami kunjungi adalah daerah petobo dan balaroa,
    yang dalam pemberitaan viral tentang peristiwa likuifasi. Secara pribadi, sejak awal terjadinya bencana gempa dan sunami palu tak henti-hentinya mengikuti perkembangan berita, termasuk vidio-vidio yang ada di youtube. Apalagi ada vidio yang menceritakan adanya tower yang bergerak pindah tempat sejauh ratusan meter, bahkan kilo meter. Pemberitaan itu semakin mempuat penasaran akan daerah tersebut. Apakah seheboh yang diberitakan atau tidak.

    Dihari kedua Alhamdulillah kami berkesempatan mengunjungi beberapa daerah yang di landa likuifasi, di antaranya petobo dan balaroa. Selain tempat yang lain. Di pagi hari itu pun ustadz Juweni mengantarkan kami ke lokasi sebelum berkeliling ke sekolah IT di Palu. Kunjungan pagi hari ke petobo dan sorenya ke balaroa. Dengan perjalanan kurang lebih 45 menit kami sampai lokasi petobo yang ternyata banyak dikunjungi masyarakat untuk melihatnya. Saat kami parkir dan berjalan kaki kurang lebih 500 meter menuju lokasi utama likuifasi, kamipun disuguhi dengan pemandangan yang membuat hati termenung dalam. Patahan tahah (jalan) atau tanah yang turun dengan sangat mengaga membuat kami harus berhati-hati untuk menuruninya. Tanah/jalan yang turun kisaran 3 meter, 4 meter dan bahkan ada yang lebih dalam lagi membuat hati ini berjuta rasa. Tak henti-hentinya untuk memujiNya. Tanah yang turun dan bangunan kira kanan jalan yang runtuh. Sesampainya di lokasi utama likuifasi hati kami dibuat tak karuhan rasanya. Masya Allah. Sebuah daerah yang luasnya satu desa lenyap begitu saja dalam hitungan yang singkat. Menurut ustadz Juweni, tanah itu turun dalam, bergerak, bergeser, terus berputar-putar (bagaikan di blender) setelah itu tanah dibalik dengan segala macam benda yang ada di atasnya tenggelam di dalam tanah, termasuk ribuan jiwa warga yang ada. Saat itu kejadian setelah gempa sore hari atau saat maghrib atau setelah maghrib. Dimana para warga kebanyakan sudah di rumah semua. Pulang kerja, pulang sekolah dan persiapan sholat maghrib. Kata warga yang selamat, kalau kita menggali tanah lebih dari 5 meter maka kita akan menemukan rumah-rumah yang terpendam. Yang menyayat hati lagi adalah disaat kita ke luar dari petobo terus masuk lagi melalu pintu lain yang mana di ujung lokasi likuifasi, di sana tercium bau yang sangat menyengat sekali. Yaitu bau amis bangkai, dan itu bangkai manusia menurut keterangan. Di duga di situ di dalam tanah terjadi penumpukan mayat warga. Di ujung daerah likuifasi tersebut adalah gundukan yang sangat tinggi sekali, yang mana sebelumnya adalah dataran. 

    Menurut warga kejadian likuifasi  menjadikan suasana petobo dan balaroa menjadi sangat menakutkan. Semua histeris dan saling ketakutan. Teriakan, tangisan dan teriakan takbir.

    Pengalaman yang berharga. Hanya ucapan : Masya Allah dan Allahuakbar. Semuanya ingat Allah. Ingat akan kekuasaan dan kebesaran Allah SWT.    

    Ma’ruf, 21 november 2018. Petobo, balaroa

  • SIT Mulia Road To Palu


    Assalamu’alaikum
    warahmatullahi wabarakatuh

    Alhamdulillahirobbil’aalamiin, berkat Rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala, kami segenap Staff Bidang Sosial dan Dakwah Konsorsium Yayasan Mulia menyampaikan terima kasih kepada Bapak/Ibu Orang Tua Siswa atas bantuan Donasi yang telah diberikan, sehingga bantuan kepada saudara kita di Palu dapat meringankan beban mereka yang terkena dampak Gempa dan Tsunami.
    Alhamdulillah, pengumpulan donasi untuk Gempa Palu yang dilakukan oleh Bidang Sosial dan Dakwah Konsorsium Yayasan Mulia selama bulan Oktober 2018, Insya allah team Sosial dan Dakwah akan bertolak ke Palu untuk menyerahkan bantuan dilaksanakan tanggal 16-19 November 2018, untuk donasi alhamdulillah telah terkumpul sebesar:

    Uang sebesar Rp. 153.397.900

    Dari donasi uang yang terkumpul tersebut Bantuan yang akan diberikan adalah :

    1.      Bantuan Ketahanan Pangan
    2.      Bantuan Pendidikan
    3.      Bantuan Paket MCK
    Donasi dalam bentuk Pendidikan sebagian akan dibelanjakan di Yogyakarta dan di bawa saat menuju Palu via bagasi Pesawat, sedangkan untuk saat ini yang paling mendesak adalah  bantuan Pangan, untuk mamaksimalkan proses penyaluran bantuan dan mengurangi hal-hal yang tidak diinginkan dalam pengiriman bantuan maka bantuan pangan akan dibelanjakan di Palu. 
    Untuk pendistribusian bantuan tersebut, Team Sosial dan Dakwah Konsorsium Yayasan Mulia akan bekerjasama dengan Posko JSIT Palu yang beralamat SDIT AL FAHMI PALU Jl. Gelatik No.88, Birobuli Utara, Palu Sel., Kota Palu, Sulawesi Tengah 94111 (0451) 4132892.
    Team Sosial dan Dakwah Konsorsium Yayasan Mulia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas donasi bapak/ibu untuk membantu saudara-saudara kita korban bencana Gempa dan Tsunami di Palu. Semoga amal bapak/ibu dibalas oleh Allah dengan sebaik-baik balasan dan mohon doanya kami mampu menjalankan amanah dalam penyaluran bantuan ini dengan sebaik-baiknya…. Aamiin
    Jazakumullahu khairan, wa barakallahu fiikum
    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Team Sosial dan Dakwah