Sosdak

“Waktu yang tepat menurut Allah SWT”

Written by

in

Penyaluran bantuan
gempa dan sunami palu kemarin
menjadi sesuatu yang special/berkesan sekali bagi kami tim yang terjun ke lapangan. Betapa tidak , ternyata kita bertepatan dengan peristiwa banjir bandang di daerah bangga kabupaten sigi. Sehingga bantuan kita, kita salurkan ke titik pengungsi yang sangat membutuhkan. Mereka sudah menjadi korban gempa, menjadi korban banjir bandang lagi. Kalau di awal-awal, hari pertama, kedua dan seterusnya paska gempa dan sunami kemarin kita belum bisa kesana, maka untuk banjir bandang ini kita hari pertama bisa menembus daerah tersebut. Banjir bandang tersebut terjadi pada malam harinya, ke esokan hari kita mendapat berita dan siang hari sampai malam kita menyalurkan bantuan kelokasi utama banjir bandang.

Rencana awal penyaluran bantuan ke pengungsi hari ke dua, namun karena ada berita banjir bandang maka rencana kita rubah. Hari pertama kita penyaluran bantuan kepengungsi dan hari ke dua kita menyalurkan bantuan ke SIT yang ada di palu. Ini pengalaman yang sangat berkesan bagi tim yang ada di lapangan.

Pengiriman bantuan ke lokasi banjir bandang ini bersamaan dengan banjir bandang susulan yang sebelumnya tidak kita perkirakan. Sehingga sempat tertahan di sana. Menjelang sampai lokasi pengungsian, kita antri untuk masuk lokasi utama pengungsian korban banjir. Karena jalan baru berusaha untuk di bukak dengan alat berat. Saatnya untuk jalan ternyata ada informasi tanda-tanda akan nada banjir susulan. Kita tetap terus masuk dengan melewati jalur utama banjir bandang, dan Alhamdulillah berhasil. Pemandangan yang kami peroleh saat masuk lokasi : Rumah-rumah warga yang tertimbun lumpur mulai dari ketinggian separoh rumah sampai atab. Jalan-jalan putus. Pohon-pohon dari bukit yang hanyut. Warga-warga yang mendadak  mengungsi ke perbukitan dengan kondisi yang memprihatinkan. Tenda kurang, becek, banyak ilalang, makanan terbatas, air bersih untuk minum minim, tempat untuk kebutuhan MCK sangat jauh dari kelayakan, udara dingin, hujan, ternak-ternak yang bingung mau di ungsikan ke mana, dan lain sebagainya. Setelah kami selesai menurunkan barang bantuan ternyata banjir bandang itu pun tiba dengan suara yang sangat deras sekali.

Banyaknya pengungsi banjir bandang, membutuhkan banyaknya bantuan dari segala elemen masyaraakat yang ada. Alhamdulillah bantuan kita sangat berharga buat mereka walau kalau melihat untuk kecukupan pengungsi tentu masih kurang. Sekecil apapun bantuan Insya Allah sangat bermanfaat. 

Begitulah kisah singkatnya. Kita meyakini waktu penyaluran bantuan ini adalah waktu terbaik menurut Allah SWT. Pas ada bencana lagi.
Ma’ruf, 22 november 2018. Cacatan perjalanan.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *