Sosdak

ANAK-ANAK KITA, BUKAN MILIK KITA part 1

Written by

in


Hari ini perasaan bercampur aduk. Banyak peristiwa yg membuat diri tersadar,
sekaligus beristighfar memohon ampunan kpd Allah SWT. 

Tadi pagi Allah berkenan memberikan kesempatan pada saya untuk mengantarkan donasi titipan beberapa wali murid di SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta untuk membantu biaya renovasi rumah seorang ustadz di sekolah anak-anak Masya Allah saat tiba dirumah beliau, rasanya sudah ingin menangis melihat bagaimana keadaan rumah mungil beliau yg diisi oleh 7 kepala. Antar kamar bahkan hanya disekat dengan kain sisa spanduk sebagai pembatas. Namun yg luar biasa, dalam keadaan yang serba kekurangan seperti itu, beliau masih berkhidmat merawat orang tua beliau yg sudah sepuh. Tanpa keluhan, tanpa keberatan, hanya senyum ikhlas yg selalu teruntai di bibir beliau.
Beliau ridho saja dengan semua takdir kehidupan yang harus beliau jalani. Dan dengan mata berkaca-kaca karena terharu, beliau menyalami kami yg berkunjung kerumahnya.

Diperjalanan pulang, saya hanya terdiam sembari merenung. Betapa kita begitu sering tidak adilnya kepada guru-guru anak-anak kita. Ustad/zah anak-anak kita disekolah. Kita serahkan kewajiban mendidik anak-anak kita kepada mereka disekolah padahal kitalah yg akan dimintai pertanggung jawaban esok di hari akhir. Betapa seringnya kita marah dan protes kepada guru-guru anak kita disekolah hanya karena sdkt kemarahan kecil mereka pd anak-anak kita dalam rangka mendidik anak-anak kita. Padahal bisa jadi, saat mereka berangkat kesekolah untuk mendidik anak-anak kita, ada kewajibannya kepada keluarganya sendiri yang harus mereka tangguhkan. 

Bisa jadi saat mereka dengan senyum dan kasih mengajar anak-anak kita, ada airmata yang dia sembunyikan karena dirumahnya begitu banyak masalah yang dia tinggalkan. Berapa lah yg mampu kita bayar untuk jasa mereka menjadikan anak-anak kita mampu mengeja dan merangkai setiap huruf dan angka yg menjadi bekal hidupnya kelak.

Berapalah kita mampu bayar atas kebiasaan sholat anak-anaj kita yg tepat waktu, karena diajarkan disekolah? Sungguh, kita itu sering keterlaluan pada ustad/zah dan guru anak-anak kita disekolah.

Bahkan tugasnya pun sudah bergeser seperti menjadi baby sitter buat anak-anak kita.
“Ustad, tolong ingatkan anak saya jangan lupa buku2nya ya…”

“Ustadzah, tolong ingatkan anak saya makannya ya…”

Dan masih banyak lagi lainnya….😭😭😭😭
Padahal anak-anak ini Allah titipkan pada kita…

Anak-anak ini Allah pinjamkan sebagai salah satu jalan buat jadi amal sholeh kita…
Suatu saat ihwal mereka akan menjadi berat atau ringannya hisab kita nantinya…
Bagaimana mungkin kita justru membebankan dan menyalahkan orang lain atas tanggung jawab itu???

Ya Allah…..hamba malu pada ustad tadi….
Dalam begitu banyak keterbatasannya, masih saja selalu senyum tulus yg beliau hadirkan saat berhadapan dengan tingkah polah anak-anak kami….

Ampuni kami ya Rab…. yang lalai menjadi orang tua…
Maafkan kami ustad, ustadzah atas keburukan sikap kami selaku orang tua pada kalian…
Sungguh kami hanya bisa mendoakan….

Mudah2an semua jerih payahmu menjadi amal sholeh dan pemberat timbangan kebaikan bagimu…

Ratna Sari Dhamayanti Eram Kusuma dan ustad/ustadzah lainnya
Agustina Indah Tri Mukti Dian Funik Rahma Meilistiani Santy Dwi K Wahyu Setyowati dll

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *